Bhayangkarajayanews.co.id -Kota Bekasi, Ketua DPC Gerakan Persatuan Nasional 08 (GPN 08) kota bekasi Ainsyam menyoroti acara coffie morning yang diadakan Pemkot Bekasi ,Acara yang dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan juga rekan media kota bekasi di Pendopo walikota Bekasi Jalan jenderal Ahamad Yani 1 kota bekasi,Pada Rabu (18/12/2024).
Saat di konfirmasi oleh media di kantor DPC GPN 08 dijalan Cut mutia no .101,Kelurahan sepanjang jaya,Kec. Rawalumbu ,Kota bekasi mengatakan bahwa Acara Coffie morning yang diadakan Pemerintah kota bekasi itu kan memang sudah terencana, Kalau dalam sambutan pak PJ Walikota Bekasi mengatakan acara ini mengundang melalui ketua-ketua organisasi, berarti acara ini sudah resmi dan terencana.
“Saya sebagai ketua GPN 08 DPC Kota bekasi sangat lah menyayangkan acara yang sudah di programkan kok undangan fisik ke organisasi wartawan gak ada,Seharusnya di sampaikan sehari sebelumnya, ini tidak ada sama sekali yang saya ketahui” Ujar Ainsyam dimeja kerjanya.
Masih sambungnya Acara coffie morning ini jadi sorotan Kami GPN 08 DPC Kota Bekasi, Karena acara tersebut mengundang Organisasi Perangkat Daerah (OPD )dan camat sekota Bekasi, Jelasnya dan tanda tanya besar ainsyam
Apakah ini atas perintah pak PJ walikota Bekasi atau ini sengaja dari pihak kehumasan Pemkot bekasi sehingga organisasi wartawan tidak ada undangan resmi? dan bagaimana dengan rekan media yang tidak tergabung dalam suatu organisasi?apakah tidak ada kesenjangan rekan media .terangnya
Apa lagi dalam coffie morning Pemkot Bekasi hanya menyediakan sarapan dan ngopi aja gak ada uang saku dan transportnya menurut humas pemkot bekasi, Apakah ini pertanda PAD kota Bekasi lagi merosot”Tutup Ainsyam .
Dalam waktu yang sama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekasi raya Ade Muksin(Rabu 18/12/2024)
Melalui Sambungan Cellular saat dikonfirmasi tanggapan terkait coffie morning yang di adakan pemkot di pendopo walikota bekasi dan Undangan yang hanya melalui telp dan whatsaap dari humas pemkot .
Ade muksin menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melecehkan profesi wartawan, pelecehan itu dilakukan dengan menyebut bahwa acara coffee morning tanpa uang saku dan transport, hanya ngopi dan sarapan, sehingga terkesan wartawan itu hanya mengejar uang atau materialistis. Selain itu, kata Ade Muksin, undangan itu juga dikirimkan lewat whatsapp satu jam setelah acara selesai.
“Ini benar-benar sebuah pelecehan dan penghinaan terhadap profesi dan organisasi wartawan. Acara sudah selesai, undangan baru dikirim. Acara ini tentunya sudah terprogram dan bukan dadakan,” ujar Ade Muksin.
Menurutnya, apabila undangan itu ditujukan kepada person dan bukan organisasi, masih bisa dimaklumi. Ini yang mengundang instansi pemerintah dan kegiatan ini juga menggunakan APBD, namun Bagian Humas Pemkot Bekasi sebagai pelaksana terkesan melecehkan profesi wartawan.
“Jadi sangat disayangkan sekelas Humas Pemkot Bekasi mengadakan kegiatan tapi tidak profesional. Masa kegiatan sudah selesai baru undangan dikirim, ini jelas tidak beretika dan merendahkan profesi wartawan,” kata Ade Muksin dengan nada kesal.
Dia berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Kejadian ini, kata Ade Muksin, menjadi sebuah catatan yang sangat buruk Pemkot Bekasi pada akhir tahun 2024. (Suhada).