Kota Bekasi, Anggaran turun ke tingkat RW, risiko hukum ikut mengintai. Kejaksaan Negeri Kota Bekasi langsung pasang badan lewat diskusi hukum di Kecamatan Jatiasih, Kamis, 16/4/2026.
Targetnya jelas cegah pengurus RW terseret kasus gara-gara salah kelola dana Program Penataan Lingkungan “RW Keren”.
Diskusi di Kantor Kecamatan Jatiasih itu dibuka Camat Jatiasih, Dian Herdiana, dan dihadiri para ketua RW se-kecamatan. Tampil sebagai narasumber, Kasi Intelijen Kejari Kota Bekasi Ryan Anugrah, S.H., M.H.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengantisipasi potensi permasalahan hukum sekaligus memberikan semangat dan kepercayaan diri kepada para RW agar lebih hati-hati dalam pengelolaan anggaran,” tegas Ryan.
Ia tak menutup mata latar belakang pengurus RW beragam. Tidak semua paham administrasi pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah. Di titik itulah celah masalah bisa muncul.
“Kami hadir untuk memberikan pemahaman mengenai batasan-batasan hukum serta risiko yang mungkin timbul. Ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai bentuk edukasi agar program berjalan sesuai ketentuan,” Kata Ryan
Kejari Kota Bekasi tak berhenti di forum. Akses konsultasi dibuka. Para RW diberi jalur komunikasi langsung jika butuh pendampingan hukum selama program berjalan.
Program “RW Keren” sendiri memberi kewenangan langsung ke akar rumput. Kebutuhan warga dirumuskan lewat musyawarah, dieksekusi sesuai prioritas. Bagus di konsep, tapi rawan di eksekusi kalau administrasi berantakan.
“Program ini sangat baik karena mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Namun, pelaksanaannya harus tetap mengacu pada aturan yang berlaku agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tambah Ryan.
Diskusi yang diinisiasi oleh Binsar Manurung, Anggota SMSI Kota Bekasi, juga menampung evaluasi tahun lalu. Usulan paling keras: butuh juklak rinci dan format standar RAB. Tanpa itu, kesalahan administrasi dan revisi berulang bakal jadi langganan.
“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada pak Camat dan jajarannya, serta Kasi Intel Kejari Kota Bekasi yang sudah mensupport acara ini, saya berharap apa yang sudah kami sajikan dapat bermanfaat untuk seluruh peserta yang hadir,” kata Binsar.
Antusiasme RW tinggi. Tuntutan mereka sama regulasi disempurnakan, pendampingan jangan putus.
Bola kini di tangan Kecamatan Jatiasih untuk meneruskan masukan ini ke Pemkot Bekasi.
Sebab “RW Keren” bisa jadi keren beneran, atau malah jadi bumerang, tergantung seberapa rapi administrasi dikawal. ( AS).












