Anggota DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti Soroti Lemahnya Sistem Keselamatan Rel Usai Kecelakaan KA Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Oplus_131072

Kota Bekasi, Anggota DPRD Kota Bekasi, Dr. Hj. Evi Mafriningsianti, S.E., M.M, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kecelakaan antara KA Bromo dan KRL Commuter Line yang terjadi di wilayah Bekasi Timur.

Menurut Evi, peristiwa tersebut menjadi alarm keras yang menandakan masih lemahnya sistem keselamatan perkeretaapian, khususnya di sejumlah titik perlintasan sebidang.

“Kondisi keselamatan di perlintasan masih rapuh. Di Bekasi Timur masih banyak titik yang belum dilengkapi palang pintu otomatis, CCTV, bahkan penjagaan selama 24 jam,” kata Evi. Rabu, 29/4/2026.

Politisi tersebut membeberkan tiga akar persoalan utama yang menurutnya harus segera dibenahi. Pertama, lemahnya koordinasi antara PT KAI di pusat dengan Dinas Perhubungan daerah. Kedua, rendahnya kesadaran masyarakat yang masih sering menerobos perlintasan saat kereta melintas. Ketiga, keterbatasan infrastruktur modern seperti sistem deteksi dini di perlintasan.

Evi menegaskan, pembenahan tidak bisa parsial dan harus dilakukan secara menyeluruh. Ia mendorong Kementerian Perhubungan untuk segera melakukan audit keselamatan di seluruh perlintasan sebidang yang ada di Kota Bekasi.

Langkah konkret yang diusulkan Evi antara lain percepatan pemasangan palang pintu otomatis dan CCTV di semua titik rawan. Selain itu, ia juga mendorong pengembangan sistem pemantauan perlintasan berbasis smart city yang terintegrasi dengan command center daerah.

Tak hanya soal infrastruktur, Evi juga meminta adanya edukasi masif kepada masyarakat. Sosialisasi bahaya menerobos perlintasan harus digencarkan mulai dari sekolah hingga komunitas warga di sekitar rel.

Ia menambahkan, DPRD Kota Bekasi siap mendukung dari sisi anggaran jika Pemkot dan KAI membutuhkan skema pembiayaan bersama untuk peningkatan keselamatan. Menurutnya, nyawa masyarakat tidak boleh lagi jadi korban akibat kelalaian sistem.

“Jangan tunggu ada korban lagi baru bergerak. Keselamatan warga Bekasi Timur harus jadi prioritas. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegas Evi.( ADV-DPRD/Kota Bekasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *