Air PAM Keruh Berbau di Graha Harapan Babelan, Warga: “Bayar Mahal Tapi Tak Layak Pakai”

Bekasi-Babelan, Warga Perumahan Graha Harapan Regency, Babelan, Bekasi, mengeluhkan air PAM yang keruh, berbau, dan berwarna coklat selama sepekan terakhir. Kondisi ini dinilai membahayakan kesehatan dan merugikan pelanggan yang tetap ditagih normal.

Pantauan di lapangan, air yang keluar dari keran warga tidak layak pakai. Sejak gangguan terjadi, air berubah warna kecoklatan, mengendapkan lumpur, dan berbau seperti besi berkarat. Akibatnya, warga terpaksa membeli air galon untuk mandi, mencuci, hingga kebutuhan sehari-hari. Senin, 18/5/2026.

“Bayar Rp300 ribu per bulan tapi airnya nggak bisa dipakai. Kalau dipaksa pakai, baju jadi kuning semua. Ini sudah masuk kategori pelayanan buruk,” keluh seorang warga Blok D yang sudah melapor ke pengurus RT.

Ketua RT 05 RW 12 Graha Harapan Regency membenarkan telah menerima puluhan laporan serupa. Ia menyebut sudah meneruskan keluhan ke petugas lapangan PDAM Tirta Bhagasasi, namun hingga kini belum ada solusi konkret.

“Sudah kami teruskan ke petugas lapangan PDAM Tirta Bhagasasi. Katanya masih cek pipa utama, tapi sampai sekarang belum ada solusi,” ujarnya.

PDAM Tirta Bhagasasi Cabang Babelan belum memberikan keterangan resmi. Petugas di lapangan hanya menyebut kemungkinan adanya kebocoran atau pengurasan pipa di jalur distribusi.

Selain merugikan secara ekonomi, air kotor ini berdampak langsung pada kesehatan. Beberapa anak di perumahan tersebut mengeluh gatal-gatal dan diare setelah kontak dengan air.

Aktivis konsumen mendesak PDAM segera melakukan flushing jaringan dan membuka hasil uji laboratorium ke publik.

“Ini hak dasar warga. Kalau dibiarkan, bisa jadi masalah kesehatan massal. Buka data hasil uji lab biar transparan,” tegasnya.

Sesuai Permen PUPR No. 14/2021, air minum yang disalurkan wajib memenuhi standar fisik, kimia, dan bakteriologis. Jika tidak memenuhi standar, penyelenggara wajib memberi pemberitahuan dan kompensasi kepada pelanggan.

Warga diminta menyimpan bukti foto, video, dan tagihan sebagai dasar pengaduan ke Ombudsman Jabar dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi.

Hingga berita ini diturunkan, aliran air di Graha Harapan Regency masih belum normal dan belum ada konfirmasi serta jadwal perbaikan resmi dari pihak PDAM. (Gibson)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *