Kader Posyandu Minim Dukungan, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Adelia: Regenerasi Terancam

Oplus_131072

Kota Bekasi, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, menyoroti minimnya dukungan Pemerintah Kota Bekasi terhadap para kader Posyandu. Padahal, mereka berada di garda depan pencegahan stunting serta menjaga kesehatan ibu dan anak.

Menurut Adelia, dedikasi luar biasa kader belum diimbangi dukungan proporsional dari Pemkot. Hal itu mencakup insentif bulanan, program pelatihan, hingga penghargaan sosial.

“Di Hari Kartini ini kita harus melihat bahwa banyak perempuan hebat yang bekerja nyata di tengah masyarakat, salah satunya kader Posyandu. Mereka adalah pejuang kesehatan. Jika pemerintah tidak serius memberikan dukungan, maka regenerasi kader akan semakin sulit,” ujar Adelia, Kamis 23/4/2026.

Adelia yang juga Ketua DPD KNPI Kota Bekasi ini menyebut, fenomena apatisme pemuda terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan mulai terasa. Perempuan muda dinilai kurang berminat meneruskan kepengurusan Posyandu karena melihat para pendahulunya kerap bekerja mandiri tanpa sokongan nyata dari instansi terkait.

Padahal, lanjut Adelia, ujung tombak status kota layak anak dan jaminan mutu kesehatan lingkungan justru berada di tangan kader Posyandu tingkat RT/RW.

“Kalau kita ingin Kota Bekasi memiliki kualitas kesehatan masyarakat yang baik dan mempertahankan predikat kota ramah anak, maka kader Posyandu harus diperkuat. Jangan sampai mereka merasa bekerja sendiri tanpa dukungan,” tegas politisi yang membidangi urusan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat tersebut.

Melalui momentum Hari Kartini, Adelia mendesak Pemkot Bekasi segera merumuskan kebijakan afirmatif yang berpihak pada kader Posyandu. Tuntutan konkret yang diajukan seperti:

Peningkatan nilai insentif bulanan kader.

Pelatihan kapasitas berkelanjutan, untuk upgrade skill.

Fasilitasi ruang, bagi kader-kader baru agar tertarik bergabung

Adelia merepresentasikan semangat Kartini di era modern bukan sekadar perayaan seremonial. “Wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap perempuan yang berjibaku menjaga kesehatan masyarakat akar rumput di Kota Bekasi,” tutup Adelia.( ADV-DPRD/Kota Bekasi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *